Tim Tanggap Bencana Kementan Identifikasi Dampak Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Besar
[Aceh Besar, 10 Desember 2025] Banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan parah di sektor pertanian. Ribuan hektar sawah dan lahan pertanian lainnya terendam banjir, sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi petani.
Dampak kerusakan banjir bandang di sektor pertanian Aceh sangat signifikan. Banyak tanaman padi dan juga areal persawahan yang rusak atau hancur, sehingga mengancam ketersediaan pangan di daerah tersebut. Selain itu, infrastruktur pertanian seperti irigasi dan saluran air juga rusak, sehingga memperburuk kondisi pertanian di Aceh.
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bersama tim pelaksana tanggap bencana dan penyediaan pangan Kementan untuk propinsi Aceh pada hari Senin, 8 Desember 2025 telah melakukan identifikasi beberapa lokasi di wilayah Aceh Besar terdampak dari banjir bandang. Data yang diperoleh, lahan sawah yang terdampak banjir di kabupaten Aceh Besar seluas 3.530 Ha milik 186 kelompok tani. Dari lahan yang telah teridentifikasi, dibutuhkan sebanyak 88.250 kg benih padi varietas Inpari.
Diharapkan setelah identifikasi ini, lahan sawah yang terdampak dapat segera diperbaiki agar produktivitas pertanian di Aceh Besar kembali normal.